Jumat, 01 November 2013

Identifying my potential

Asalamualaikum
Salam super sobat bloger!

   Minggu kemarin gue dapet mata kuliah CB (character building), nah kebetulan gue presentasi materi tentang "identifying my potential" . Materi "identifying my potential" bangus banget sob, setelah menguasai materi ini lo bisa tau potensi alias bakat lo. Entah menjadi dancer, leader, speaker, laler, peler dan er lainnya. Gini sob biar ringkas waktu, kita langsung masuk materi.

  Potensi adalah sebuah kekuatan yang ada dalam diri semenjak dalam kandungan, potensi lebih akrab dibilang bakat atau bawaan alam. Jika potensi ini berhasil diidentifikasi dan dilatih, maka pemegang potensi ini akan menjadi orang yang hebat bahkan bisa menjadi nomer satu. Lo pernah punya temen yang tiba tiba jago nendang bola padahal baru nyobain main futsal? pernah punya temen yang jago main gitar padahal baru belajar gitar tiga hari? pernah ngeliat pantat temen bersih, padahal belum cebok lima hari? kalau pernah berarti temen lo berbakat main bola, gitar, dan cebok.

  Semua orang terlahir dengan potensi, terus kenapa kita ga jadi nomer satu atau orang hebat? karena kita belum menemukan potensi itu dan terkadang jika sudah menemukannya kita malas untuk berlatih. Terkadang kita menutupi bakat demi karir dan pekerjaan. Menjalani hidup sesuai struktur, lahir di bumi - menjadi balita yang unyu - TK - SD - SMP - SMA - Kuliah - Kerja - Mati (variasinya paling naik haji atau nikah punya anak dua + cucu ).  Intinya,  sebelum sobat bloger mengidentifikasi  potensi masing masing. Kalian harus berani menerima kenyataan bahwa cita cita atau impian tidak sesuai dengan bakat/potensi. Jangan takut untuk menjadi penyanyi yang hebat, pelukis yang indah, ahli teknologi, dan wasit yang adil, dibandingkan menjadi dokter mal praktek, pejabat korup, pekerja yang buruk , atau pemain bola yang nanggung.

  Cara mengidentifikasi potensi ada banya sob, pertama cara tradisional. Jaman dulu! dulu banget sebelum naga jadi bintang iklan susu dan sinetron tutur timular. Para orang tua, membawa bayinya ke ahli agama sob, atau dukun. Nah, berhubung sekarang jaman modern kita bisa pergi ke psikolog, finger scan, atau lewat internet sob. Temen gue pernah sms lewat dukun yang ketik reg spasi jambrong, terus sorenya dibales "kamu cocok kerja di air", itu hoax. Makannya sobat bloger hati hati kalau mengidentifikasi potensi. Sekarang temen gue kerja di dllaj, tugasnya ngawasin lalulintas bukan ngawasin air. 

 Sekian dulu ya buat hari ini, terimakasih.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar